Babinsa Boyolali Bantu Panen Jagung, Dorong Ketahanan Pangan

Babinsa Koramil 01/Boyolali, Sertu Jayadi, turun ke sawah membantu petani panen jagung di Desa Penggung. Kehadirannya dorong ketahanan pangan, perkuat kemanunggalan TNI-rakyat, dan motivasi petani tingkatkan produktivitas pertanian Boyolali.

Babinsa Boyolali Bantu Panen Jagung, Dorong Ketahanan Pangan
Babinsa Koramil 01/Boyolali Sertu Jayadi saat membantu petani memanen jagung di Desa Penggung, Boyolali, sebagai bentuk dukungan TNI terhadap ketahanan pangan.

BOYOLALI – TOPIKPUBLIK.COM – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk selalu hadir bersama rakyat kembali terlihat jelas. Babinsa Koramil 01/Boyolali, Kodim 0724/Boyolali, Sertu Jayadi, pada Senin (29/09/25), turun langsung ke lahan pertanian milik Bapak Solikin di Dukuh Trimulyo, Desa Penggung, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, guna membantu proses panen jagung. Kehadirannya menjadi bukti nyata peran TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

Di tengah kegiatan panen, Sertu Jayadi tidak hanya membantu memetik hasil jagung, tetapi juga memberikan semangat kepada para petani. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas hasil panen agar sesuai dengan standar pasar, sehingga dapat meningkatkan nilai jual dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani. Dorongan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk jagung Boyolali di tingkat lokal maupun regional.

Sementara itu, Danramil 01/Boyolali, Kapten Cba Pujiarto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif anggotanya yang aktif mendukung petani. Menurutnya, peran Babinsa di lapangan bukan sekadar membantu pekerjaan fisik, tetapi juga membangun motivasi dan memberikan contoh nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat. “Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat adalah wujud komitmen TNI dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi desa. Hal ini diharapkan dapat menjadi teladan positif bagi warga,” ujarnya.

Kegiatan panen bersama ini tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Semangat gotong royong yang tercipta menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pertanian di era modern, mulai dari keterbatasan lahan, fluktuasi harga pasar, hingga ancaman perubahan iklim. Dengan sinergi ini, Boyolali diharapkan mampu terus berkontribusi pada penyediaan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Partisipasi aktif Babinsa seperti yang dilakukan Sertu Jayadi menunjukkan peran strategis TNI dalam mendukung program ketahanan pangan. Kehadirannya di tengah petani bukan sekadar simbol, melainkan bentuk nyata pengabdian demi tercapainya kemandirian pangan dan kesejahteraan bersama. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat desa diharapkan terus berlanjut, menjadi inspirasi bagi daerah lain, serta memperkokoh ketahanan pangan Indonesia di masa depan.